Rabu, 08 Januari 2014

JABIR IBNU ABDULLAH AL-ANSHARI RODHIALLAHU ‘ANHU

Rombongan kendaraan melaju mempercepat langkah dari Yatsrib ke Mekah karena didorong oleh rasa kerinduan kepada seseorang yang dicintai. Mereka sudah berjanji kepada Rasulullah untuk bertemu. Setiap orang yang berada di rombongan itu sangat rindu dengan suatu waktu pada saat akan merasakan kebahagiaan ber­temu dengan Nabi Muhammad Shalalllahu ‘alaihi wasallam dan meletakkan tangan di atas tangan beliau dengan membaiatnya untuk selalu mendengar­kan perintahnya dan taat, serta berjanji untuk saling menguatkan dan menolong.

Di antara rombongan itu, ada orang tua, salah seorang pemuka kaum, membonceng anak laki-laki satu-satunya yang masih kecil di belakangnya. Ia meninggalkan sembilan anak perempuan di Yatsrib karena ia tidak memiliki anak laki-laki yang kecil selain­nya. Orang tua itu sangat ingin anaknya bisa menyaksikan baiat dan tidak kehilangan hari agung yang dianugerahkan itu. Orang tua itu bernama Abdullah ibnu Amr al-Khazraji al-Anshari. Anak­nya bernama Jabir ibnu Abdullah al-Anshari.

Keimanan bersinar di hati Jabir ibnu Abdullah, sedangkan ia masih kecil dan segar. Keimanan pun menyinari setiap sendinya. Islam menyentuh jiwanya yang halus seperti tetesan-tetesan hujan menyentuh kelopak bunga. Tetesan-tetesan itu pun membukanya dan memenuhinya dengan semerbak wangi-wangian. Hubungan Jabir dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjadi kuat sejak mudanya.

Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang mulia datang berhijrah ke Madinah, anak kecil yang mukmin ini berguru kepada Nabi pembawa pe­tunjuk dan rahmat. Ia pun menjadi sebagian orang utama yang diluluskan oleh pendidikan Muhammad menjadi penghafal Kitab Allah untuk kepentingan manusia dan menjadi periwayat hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Cukuplah kita mengetahui bahwa Musnad Jabir ibnu Abdullah terkumpul di antara kedua sisinya sebanyak 1.540 hadits. Dihafallah semua hadits itu oleh seorang murid yang pandai dan meriwayatkannya dari Nabi kaum muslimin yang agung. Imam Bukhari dan Imam Muslim menetapkan dalam dua kitab shahihnya lebih dari 200 hadits dari hadits-haditsnya. Ia menjadi sumber penyiaran dan petunjuk bagi kaum muslimin sepanjang waktu. Allah pun memanjangkan kehidupannya sehingga umur­nya sampai satu abad.

Jabir ibnu Abdullah tidak mengikuti Perang Badar dan Perang Uhud bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam karena di satu sisi ia masih kecil dan di sisi lain ayahnya memerintahkannya untuk tinggal ber­sama sembilan saudara perempuannya. Hal itu terjadi karena tidak ada seorang pun selainnya yang menjaga urusan mereka.

Jabir menceritakan, “Ketika pada suatu malam menjelang Perang Uhud, ayah memanggilku dan berkata, ‘Sungguh aku tidak melihat diriku, kecuali terbunuh bersama sahabat-sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan sesungguhnya, demi Allah, aku memiliki utang kepada seseorang. Kau lunasilah utangku, sayangilah saudara-saudara perempuanmu, dan berikanlah wasiat kebaikan kepada mereka.”

Ketika waktu sudah pagi, ayahku menjadi orang pertama yang terbunuh di Perang Uhud. Ketika ingin menguburkannya, aku mendatangi Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, ayah­ku telah membebankan utangnya kepadaku. Dan aku tidak memiliki sesuatu pun untuk melunasinya, kecuali apa yang dapat dipetik dari pohon kormanya. Kalau aku mengandalkan pohon itu untuk melunasi utangnya, maka aku akan melunasinya selama beberapa tahun, sedangkan saudara-saudara perempuanku tidak memiliki harta untuk dinafkahkan kecuali dari pohon itu.”

Rasulullah berdiri dan pergi bersamaku ke tempat penyimpan­an korma kami. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku, “Panggillah orang-orang yang berpiutang kepada ayahmu.”

Maka aku pun memanggil mereka. Beliau masih saja menakar hingga Allah melunasi utang ayahku dengan korma. Aku melihat­nya seperti sediakala, seakan-akan tidak berkurang satu biji korma pun.

Sejak ayahnya meninggal, Jabir tidak pernah absen dari satu peperangan pun bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.. Di setiap peperangan, ia mengalami sebuah peristiwa yang diriwayatkan dan dijaga. Kita tinggalkan pembicaraan tentangnya. Ia sendiri yang mencerita­kan salah satu peristiwa bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam..

Jabir berkata, “Pada hari persiapan Perang Khandaq, kami meng­gali. Lalu batu besar yang keras menghalangi kami, sehingga kami pun tidak mampu untuk memecahkannya. Kami datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Nabi Allah, jalan kami ter­halang dengan batu besar yang keras. Cangkul-cangkul kami tidak dapat berbuat apa pun terhadapnya.’ Maka Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Tinggalkan batu itu, aku akan turun ke batu itu.’ Kemudi­an beliau berdiri sedangkan perutnya diganjal dengan batu karena sangat lapar. Hal itu terjadi karena kami tidak makan selama tiga hari. Maka beliau mengambil cangkul dan memukul batu itu. Maka batu itu pun menjadi pasir secara perlahan-lahan.”

Ketika itu, keinginanku untuk menolong rasa lapar yang me­nimpa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bertambah. Maka aku pun menghadap­nya dan berkata, “Apakah kau izinkan aku pergi ke rumahku wahai Rasulullah?”

Beliau berkata, “Pergilah.”

Ketika sampai di rumah, aku berkata kepada istriku, “Aku lihat baginda Rasulullah merasakan rasa lapar yang amat sangat. Tidak ada seorang pun manusia yang dapat menahannya. Apakah kau mempunyai sesuatu?”

Dia berkata, “Aku punya sedikit biji gandum dan kambing kecil.”

 Aku berdiri menuju kambing itu lalu menyembelihnya dan memotong-motongnya. Setelah itu, aku letakkan di kuali. Aku juga mengambil biji gandum dan menggilingnya. Lalu aku serahkan kepada istriku. Ia pun memasaknya. Ketika aku tahu daging itu hampir matang, dan adonan sudah lembut dan hampir matang, aku pergi menuju Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.. Aku katakan kepadanya, “Kami sudah membuat sedikit makanan untukmu wahai Nabi Allah. Makanlah beserta satu orang atau dua orang yang kau ajak makan bersamamu.”

Beliau bertanya, “Berapa banyak makannya?”

Aku pun menyebutkan banyaknya. Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tahu ukuran makan itu, beliau berkata, “Wahai para pembuat parit, Jabir telah membuat makanan untuk kalian. Kemarilah kita menuju rumahnya.”

Kemudian beliau menoleh kepadaku dan berkata, “Pergilah ke istrimu dan katakan kepadanya, ‘Jangan kau turunkan kualimu dan jangan kau buat roti adonanmu sampai aku datang.’”

Aku pun pergi ke rumah. Aku merasa gundah dan malu. Tidak ada yang tahu keadaanku ini kecuali Allah. Aku pun berkata, “Apakah penduduk Khandaq akan datang kepada kita dengan hanya disuguhi satu sha gandum dan satu kambing kecil?”

Aku pun menemui istriku dan berkata, “Celakalah engkau, ketahuan keadaanku yang sebenarnya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam akan datang bersama semua pembuat parit ke rumah kita.”
Ia pun berkata, “Apakah beliau berkata, ‘Berapa banyak makananmu?’”

Aku jawab, “Ya.”
Ia berkata, hilangkanlah kegundahanmu dari dirimu, Allah dan Rasul-Nyalah lebih tahu. Hilanglah kesedihanku dengan perkataannya itu.

Makanan itu hanya sedikit hingga Rasulullah tiba. Bersama beliau, ada orang-orang Anshar dan Muhajirin. Beliau berkata, “Masuklah dan jangan berdesak-desakan.”

Kemudian beliau berkata kepada istriku, “Datangkan seorang pembuat roti untuk membuat roti bersamamu. Duduklah menung­gui kualimu dan jangan menurunkannya dari tempat apinya.”

Kemudian ia pun mulai memperbanyak roti, mengisinya dengan daging, dan mendekatkannya kepada para sahabat beliau, sedang­kan mereka menyantap makanan hingga semuanya kenyang. Kemudian Jabir menyusul sambil berkata, “Aku bersumpah kepada Allah, bahwa mereka ramai-ramai memakan makanan itu, sedang­kan periuk kami mendidih dengan penuh seperti sediakala dan adonan kami bisa dibuat kue seperti sediakala. Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada istriku, “Makanlah dan bagikanlah.”

Ia pun makan dan mulai menghadiahkannya sepanjang hari itu. Karena itulah, Jabir ibnu Abdillah al-Anshari telah menjadi sumber penyiaran dan petunjuk bagi umat muslim dalam tempo yang lama. Allah telah memanjangkan umurnya hingga hampir satu abad.

Di suatu tahun, ia keluar menuju Kerajaan Romawi untuk jihad fi sabilillah. Pasukan itu dipimpin oleh Malik ibnu Abdillah al-­Khatsami. Malik berkeliling-keliling dengan tentaranya. Mereka berangkat untuk mengetahui situasi mereka dan memperkuat kekuatan mereka, serta berbuat baik kepada para pembesarnya dengan kekuatan yang mereka miliki.

Malik kemudian bertemu dengan Jabir ibnu Abdillah yang sedang berjalan kaki, padahal ia sedang membawa keledainya yang diikat dengan tali kekangnya dan dituntun olehnya. Maka Malik berkata, “Ada apa denganmu, wahai Abu Abdullah? Kenapa kau tidak menungganginya? Padahal Allah memberikan kemudahan kepadamu dengan punggungnya yang dapat membawamu.”

Maka ia pun berkata, “Aku dengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang kedua kakinya berdebu dalam mengerjakan perintah Allah, maka Allah akan mengharamkannya masuk neraka.’”

Kemudian Malik meninggalkannya dan pergi hingga esok pagi ia muncul mendahului para tentara. Kemudian Malik menoleh kepadanya dan memanggilnya dengan suara keras, “Wahai Abu Abdullah, kenapa engkau tidak menunggangi keledaimu, padahal itu milikmu.”

Jabir pun mengetahui maksudnya dan menjawabnya dengan suara yang keras, “Aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa yang kedua kakinya berdebu dalam melaksanakan perintah Allah, maka Allah mengharamkannya masuk neraka.’” 

Orang-orang pun melompat dari binatang tunggangannya.

Mereka semua mendapatkan ganjaran ini. Tidak ada pasukan yang pejalan kakinya lebih banyak dari pasukan itu.

Beruntunglah Jabir ibnu Abdillah al-Anshari. Ia telah membaiat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang mulia, sedangkan ia masih kecil, belum balig, berguru kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam sejak kuku-kukunya masih halus, meriwayatkan hadits-hadits yang dinukil oleh para perawi hadits, berjihad bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam padahal ia seorang pemuda dan menebarkan debu ke kakinya di jalan Allah padahal ia sudah tua.

http://kisahislam.wordpress.com/2007/05/21/jabir-ibnu-abdullah-al-anshari-rodhiallahu-anhu/

4 komentar:

  1. Yg namanya rumus, bisa lanjut jg bisa patah, intinya ga ada yg abadi..
    UPS yg paling bijaksana
    Anda bisa menghubungi MBAH WIJAN di 0823 1184 3445 atau mengunjungi http://singapore4dpastijebol.blogspot.com/
    bukan apanya mas BROO
    gue itu udah membuktikannya,
    tapi yg namanya rezeki itu perlu kesabaran
    dan perlu usaha
    SABAR AJA BROOOOOOOO
    { TAKKAN LARI GUNUNG DIKEJAR ]
    he he heeeeeeeee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih yang amat dalam kami ucapkan kepada MBAH SELONG yang
      telah memberikan kebahagian bagi keluarga kami…berkat Beliau saya
      sekarang udah hidup tenang karena orang tuaku udah buka usaha dan
      punya modal untuk buka bengkel skrang pun orang tuaku tidak di
      kejar-kejar hutang lagi…dan keluarga Kami di berikan Angka
      Ritual/Goib Dari mbah yg sangat Jitu 100%dijamin
      tembus…hingga keluarga kami sekarang merasa tenang
      lagi…terima kasih mbah…Jika Anda ada yg merasa kesulitan
      masalah Nomer ToGEL silahkan hbg Aja MBAH SELONG
      dinmr hp beliau (081-322-565-355)ATAU KLIK DISINI
      dan saya sudah membuktikan 3kali berturut2 tembus terimah kasih

      Hapus

  2. ASS..WR.WB.SAYA IBU RITA TKI HONGKONG INGIN BERTERIMA KASIH BANYAK KEPADA MBAH GENEP,YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,BERKAT BANTUAN MBAH SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA,DAN KEBUN YANG DULUNYA SEMPAT DIGADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN MBAH GENEP,YANG MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA 4D HONGKONG KEPADA SAYA DAN TIDAK DI SANGKA SANGKA TERNYATA BERHASIL,BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA SEPERTI SAYA SILAHKAN HUBUNGI NO HP: (((085-110-369-888))) MBAH GENEP JANGAN ANDA RAGU ANGKA RITUAL MBAH GENEP SELALU TEPAT DAN TERBUKTI INI BUKAN REKAYASA SAYA SUDAH MEMBUKTIKAN SENDIRI..
    • لالله�أشهدألاإله إلاالله،وأشهدأن محمدرسوالل

    BalasHapus
  3. Terimakasih banyak AKI karna melalui jalan togel ini saya sekarang sudah bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya bahkan saya juga sudah punya warung makan sendiri hi itu semua berkat bantuan AKI JAYA yang telah membarikan angka 4D nya menang 275 jt kepada saya dan ALHAMDULILLAH berhasil,kini saya sangat bangga pada diri saya sendiri karna melalui jalan togel ini saya sudah bisa membahagiakan orang tua saya..jika anda ingin sukses seperti saya hubungi no hp O85-244-015-689 AKI JAYA,angka ritual AKI JAYA meman selalu tepat dan terbukti..silahkan anda buktikan sendiri. 2D 3D 4D 5D 6D



    Terimakasih banyak AKI karna melalui jalan togel ini saya sekarang sudah bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya bahkan saya juga sudah punya warung makan sendiri hi itu semua berkat bantuan AKI JAYA yang telah membarikan angka 4D nya menang 275 jt kepada saya dan ALHAMDULILLAH berhasil,kini saya sangat bangga pada diri saya sendiri karna melalui jalan togel ini saya sudah bisa membahagiakan orang tua saya..jika anda ingin sukses seperti saya hubungi no hp O85-244-015-689 AKI JAYA,angka ritual AKI JAYA meman selalu tepat dan terbukti..silahkan anda buktikan sendiri. 2D 3D 4D 5D 6D






    Terimakasih banyak AKI karna melalui jalan togel ini saya sekarang sudah bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya bahkan saya juga sudah punya warung makan sendiri hi itu semua berkat bantuan AKI JAYA yang telah membarikan angka 4D nya menang 275 jt kepada saya dan ALHAMDULILLAH berhasil,kini saya sangat bangga pada diri saya sendiri karna melalui jalan togel ini saya sudah bisa membahagiakan orang tua saya..jika anda ingin sukses seperti saya hubungi no hp O85-244-015-689 AKI JAYA,angka ritual AKI JAYA meman selalu tepat dan terbukti..silahkan anda buktikan sendiri. 2D 3D 4D 5D 6D


    BalasHapus